Rabu, 05 Oktober 2011

Inilah Seri Mesin Bis Mercy

Tahukah Anda...

Mercedez-Benz mengeluarkan banyak varian untuk mesin diesel yang dipasang pada busnya. Mulai dari seri 300 sampai seri 900. Di Indonesia ada beberapa seri yang dipasang pada chassis bus Mercedes-Benz antara lain:

Seri 300:
1. OM352
~OF1113/42  130HP
~OF1113/44  130HP
~OF1113/45  130HP
~OF1113/51  130HP

2. OM352A
~OH1113/34  150HP

3. OM366
~OF1113/45  145HP
~OH1113/51  145HP

4. OM366A
~OF1113/45  170HP
~OF1518/52  180HP
~OH1113/51  180HP
~OH1113/51  170HP
~OH1518/51  180HP
~OH1518/60  180HP

5. OM366LA
~OF1521/52  210HP
~OH1521/60  210HP
~OH1521/51  210HP

Seri 900
1. OM904LA
~OF8000  152HP
~OH1518 XBC  180HP

2. OM924LA
~OH1521E3 210HP 


3. OM906LA
~OH1725  250HP
~OH1525  250HP
~OH1526  260HP
~OH1626  260HP


4. OM926LA
~OH1632  320HP
~OH1830  300HP

Kode huruf A dibelakang nomor seri menandakan mesin tersebut dilengkapi dengan perangkat Turbo dan kode huruf L untuk tambahan perangkat Intercooler.

Sumber : BisMania Community
               http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150708508095114

Selasa, 04 Oktober 2011

Cara menentukan angka sudut dwell

Besar Sudut Dwel dan Kemampuan Pengapian
Kemampuan pengapian ditentukan oleh kuat arus primer.
Untuk mencapai arus primer maksimum, diperlukan waktu pemutusan kontak pemutus yang cukup. 
Devinisi sudut dwell adalah sudut yang terbentuk dari titik pertama pada saat kontak pemutus mulai menutup sampai dengan titik pada saat kontak pemutus mulai terbuka. Atau dengan kata lain sudut yang terbentuk dari titik pertama pada saat celah rubbing blok dengan as distributor mulai renggang sampai dengan titik pada saat celah rubbing blok dengan as distributor mulai menutup.
Sudut dwell kecil
* Waktu penutupan kontak pemutus pendek
* Arus primer tidak mencapai maksimum   
* Kemampuan pengapian kurang.
Sudut dwel besar
* Kemampuan pengapian baik, tetapi waktu mengalir arus terlalu lama
* Kontak pemutus menjadi panas
* Kontak pemutus  cepat aus.
Kesimpulan :  Besar sudut dwel merupakan kompromis antara kemampuan pengapian dan umur kontak pemutus
a. Celah kontak pemutus kecil
  • Sudut buka kecil ( b )
  • Sudut Dwel besar ( a )
Kesimpulan :
Sudut dwel besar ® celah kontak pemutus kecil
b. Celah kontak pemutus besar
  • Sudut buka besar ( b )
  • Sudut Dwel kecil ( a  )
Kesimpulan :
Sudut Dwel kecil ® celah kontak pemutus besar
Penjelasan :
a. Sudut pengapian =    Z   
                                 3600                                              
                         Z  = jumlah silinder
b. Sudut dwell    »   60%  x  sudut pengapian 
                        »   60%  x  Z  
                                               3600
Contoh : Menghitung sudut dwel motor 4 silinder dan 6 silinder
Motor 4 silinder
                                            
Sudut pengapian        =   Z   =    6      = 900
                                               3600      3600
Sudut dwel                =  60% x 900  = 540
                                    toleransi ± 20
Besar sudut dwel       =  540 ± 20
\  sudut dwel             = 520 – 560
 
Motor 6 silinder
Sudut pengapian        =   Z    =   6     = 600
                                   3600     3600
Sudut dwel                =  60% x 600   = 360
                                    toleransi ± 20
Besar sudut dwel       =  360 ± 20                   
\  sudut dwel             =  340380

Perlu diketahui bahwa angka toleransi masing-masing pabrikan berbeda

Jumat, 12 November 2010

tune up mesin bensin konvensional (platina&karburator)


TUNE UP ENGINE KONFENSIONAL

  1. Siapkan alat & pasang fender cover
  2. Cek fuse IG
  3. Cek oli
  4. Lepas aki dengan (-) dulu
a.       Bersihkan 6 sisinya
b.      Cek kebocoran 6 sisi Baterai
c.       Letakan tutup aki di nampan
d.      Ukur BJ 1,25-1,28 Mm/Hg
e.       Ukur tegangan Baterai max 12,6 Volt
  1. Lepas filter bensin, filter udara & busi, letakan di nampan
  2. Bersihkan seluruh komponen yang berada di nampan menggunakan kompresor
  3. Pasang tutup aki
  4. Pasang aki di engine dengan (+) dulu
  5. Pasang filter bensin
  6. Ukur celah busi (0,7-1,0mm) dan pasang
  7. Ukur tegangan tali kipas 7-10mm pada 10kg
  8. Lepas tutup distributor & kabel busi, bersihkan & taruh di meja
  9. Cek tutup distributor, governor advance & vacum advance
  10. Stel platina (0,4-0,5mm) & oktan selector
  11. Kalibrasi multimeter pada skala X1

Rabu, 13 Oktober 2010

kiat SUKSES FAJAR

Situasi bumi kian tidak menentu. Bencana dimana-mana, global warming, banjir, tanah longsor, naiknya permukaan air laut, mlelehnya es, dsb.Belum lagi masalah politik yang memanas, issu teroris, pelestin, doktrin amerika, dekengan israel. Dan ternyata indonesia juga "tidak bisa lepas" dari masalah itu semua.

Ujung dari issu-issu itu tidak lain akhirnya akan berbicara mengenai era pasar bebas, yang menuntut kita untuk cepat menyesuaikan diri dalam situasi apapun, issu global warming, maupun issu politik.

Selama kita terhanyut dengan masalah-masalah itu, manusia tidak akan pernah maju dan sukses. Kita harus mulai dari diri kita masing-masing untuk sukses, tentunya dengan memperhatikan masalah-masalah disekitar kita.

Kiat-kiat berikut memang terasa sepele,bahkan konyol. Tidak mudah untuk didevinisikan, apalagi dilaksanakan.
1. Harus memiliki penghasilan tetap per hari
2. Harus memiliki penghasilan tetap per minggu
3. Harus memiliki penghasilan tetap per bulan
4. Harus memiliki penghasilan tetap per tri wulan
5. Harus memiliki penghasilan tetap per semester
6. Harus memiliki penghasilan tetap per tahun
7. Dan seterusnya

Sekali lagi konyol memang, tapi seberapapun hasilnya, dengan kiat-kiat tersebut yakin pasti sukses, dan seandainya per individu masyarakat memiliki pola pikir seperti itu, maka indonesia akan cepat maju.

Satu contoh kiat saja, ketika kita memiliki penghasilan perhari Rp 20.000,- dalam satu minggu pendapatan kita Rp. 140.000,- sedikit tapi setidaknya untuk mencukupi kebutuhan pokok pangan. Lalu bagaimana dengan kebutuhan lainya? Ingat kita masih memiliki kiat-kiat berikutnya, yang penulis yakin seberapapun itu pasti berarti.

Trimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca, mohon maaf jika saudara tidak sependapat, semoga kita termasuk orang-orang yang sukses dunia dan akhirat.

Kamis, 07 Oktober 2010

MERANGKAI KUNCI KONTAK

Mobil keluaran tahun 80an atau sebelumnya terkadang rangkaian system kelistrikannya sudah tidak standar lagi,bahkan kadang sudah tidak layak. Hal ini terjadi karena ketika terjadi kerusakan pada system, mekanik hanya sekedar mencari cepatnya saja,tidak mau mencari sumber kerusakan sebetulnya tapi sekedar mencari kabel yang berisi arus lantas di rangkai begitu saja dengan beban yang bermasalah tadi. Akibatnya komplek: kabel amburadul, beban aki terlalu berat, aki boros, yang paling parah terjadi konsleting/hubungan pendek & rangkaian terbakar.atau seringanringannya sekring(fuse) boros.
Hal yang perlu kita ketahui sebetulnya simple, bahwa beban “hidup” pada saat dibutuhkan, itu artinya kita butuh pemutus arus & untuk mengamankanya kita butuh sekring(fuse).
Pada rangkaian system kelistrikan mobil(Teori:Wirring), komponen pemutus arus terdiri dari saklar kombinasi dan kunci kontak. Pada kesempatan ini akan kita bahas bagaimana rangkaian kunci kontak.

Cover kunci kontak
Pada umumnya tertulis : LOCK,OFF,ACC,ON,START

Arus kunci kontak
Sebelum kita bahas aliran arus kunci kontak, ada pentingnya perlu diketahui bahwa ada beberapa komponen kelistrikan yang sumber kontaknya dari kunci kontak, tapi ada juga yang sumber kontaknya langsung dari baterai tanpa melewati kunci kontak.
Yang melewati kunci kontak antara lain : ACC(assesoris), IG(IGNITION/ENGINE), STARTER, SEIN, dan lampu MUNDUR.
Sedangkan yang tanpa melewati kunci kontak antara lain : HAZARD, lampu KOTA, lampu KEPALA(jauh dekat), KLAKSON(horn), & lampu REM

Kabel kunci kontak
Umumnya terdiri dari 4 kabel,kalaupun lebih hanya sebagai cadangan, produsen kurang gawean.
Seperti sudah tertulis diatas,digambarkan dalam table berikut :
                   Posisi kontak
Posisi kabel    OFF    ACC   ON   START
BATERAI        _          ѵ        ѵ         ѵ
ASSESORIS    _         ѵ        ѵ         _
IG/KOIL          _         _         ѵ        ѵ
STARTER        _         _        _         ѵ
Keterangan:
v : sambung
_ : tdk sambung

Pada saat LOCK, kunci kontak hanya berfungsi sebagai kunci kemudi,
Pada saat OFF, kemudi bebas, tak ada arus dari kunci kontak,
Pada saat ACC, arus dari kunci kontak hanya mengalir ke seluruh assesoris,
Pada saat ON, arus dari kunci kontak mengalir ke assesoris dan IG/koil
Pada saat START, arus dari kunci kontak mengalir ke IG/koil dan STARTER. Pada saat ini semua assesoris terputus.

PRAKTEK
1. Sediakan multitester untuk mengetes sambungan.
2. Kontak posisikan ACC. Cari dua kabel yang berhubungan.A & B
3. Kontak posisikan ON. Satu kabel terhubung dengan A & B, adalah kabel IG
4. Kontak posisikan START. Satu kabel terhubung dengan IG dan A, adalah kabel starter. Sementara B pada posisi ini sama sekali tidaknyambung. Berarti A ke baterai dan B ke assesoris
5. Selamat mencoba

Senin, 27 September 2010

contoh surat lamaran pekerjaan PT PAMA

Banjarnegara, 28 September 2010

Hal : Lamaran Pekerjaan
Lamp : 5 lbr

Kepada Yth.
Pimpinan HRD
PT. PAMA PERSADA NUSANTARA
Di Jakarta

Dengan hormat,
Berdasarka informasi yang saya terima dari BKK MEDIA KARYA SMK COKROAMINOTO 2 BANJARNEGARA, tentang lowongan pekerjaan di PT.PAMA PERSADA NUSANTARA. Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung dengan PT PAMA PERSADA NUSANTARA.
Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :
Nama :
Tempat & tgl. Lahir :
Pendidikan Akhir :
Alamat :

Telepon, HP, e-mail :

Status Perkawinan :

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy KTP
3. Foto copy ijazah
4. Foto copy SKHUN
5. Pas foto terbaru.

Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras dan dapat diterima di PT PAMA PERSADA NUSANTARA
Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.


Hormat saya,




Imam Budiargo

Senin, 20 September 2010

merangkai kelistrikan mobil

KABEL 6
Hazard OFF ..>kontak on(IG)/15 ..> B Flaser(tengah)/49
ON ..>B Flaser(tengah)49 ..> 30 (batere)
Riting Kanan ..>L Flasher(49a) dan kanan
Kiri ..>L Flasher(49a) dan kiri

FLASHER
B ..> dari hazard OFF
L ..> dari hazard ON
E ..> ke massa

KABEL 3
Klik#1 58(beban lampu kota) dan 30(Batere)
Sisa 1 ke input kepala (56)/ tengah lampu kepala

KABEL 4
Klik#2 56 dan 56b (beban dekat)
56 dan 56a (beban jauh)
Sisa satu ke 30 sekring

RELAY
30..>batere
85..>saklar
86..>masa
87..>beban